Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menganggap bahwasanya pertalite Ron 90 itu sama saja kualitasnya dengan premium 88
info dari pak Ahmad Safrudin, Ketua Peneliti KPBB kepada otomotifnet adalah
- “Itu hanya akal-akalan, untuk mengganti nama saja,”
- berdasarkan temuan komter tersebut ( KPBB) , pertalite sebenarnya di tambah blending component bernama High Octane Mogas Component (HOMC).
- HOMC + bensin kualitas rendah alias Premium 8 + HOMC menjadi pertalite 90
- Penambahan senyawa HOMC itu wajar
- HOMC berupa metallic octane booster
- kata beliau sih premium + 40 % HOMC jadinya pertalite
temuan lagi adalah soal hasil oktan premium 88 berbeda di dberbagai daerah misal
- Premium di jambi, kupang dll oktan 88
- Manado RON 88,2
- pulau jakarta Ron 88,5
ya tergantung kilangnya dimana, asal bbm rebusan mana? sudah pernah di test dulu
Hasil Uji Laboraturium
No SPBU
|
Kawasan
|
Nilai Oktan
|
3414201
|
Kelapa Gading, JakTim
|
88,7
|
3110303
|
Cikini, JakPus
|
88,6
|
3411510
|
Kedoya, JakBar
|
88,4
|
3412213
|
Ciputat, JakSel
|
88,3
|
3413209
|
Pramuka, JakTim
|
88,2
|
ADVERTISEMENT
menurut KPBB
, pertalite itu tidak berarti pertamina mengolah BBM jenis baru alias
cuma premium dikasih octane booster ala pertamina, jangan salah
pengertian ujar pak puput panggilan akrab pak ahmad
last, jangan-jangan memang benar ya pertalite itu sekedar premium di tambah aditif seperti penelitian pertamina dulu kala
Bisnis Tempo Menerangkan
Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) otomotif menyarankan para konsumen
dan pemilik kendaraan yang menggunakan mesin berkompresi tinggi, atau di
atas 10:1, tidak beralih ke bahan bakar minyak jenis baru Pertalite.
Pasalnya penurunan oktan ini bakal mengganggu kinerja mesin.
General Manager Marketing & Product Planning Nissan Motors Budi Nur Mukmin, kepada Tempo, Rabu, 22 Juli 2015 mengatakan seluruh lini produk Nissan yang ada saat ini hanya cocok memakai BBM jenis Pertamax. Nilai oktan BBM jenis ini yang sebesar 92, dianggap ideal untuk mesin-mesin terbaru. "Performa mesin jadi optimal."
Tapi, Budi menambahkan, kalaupun pemilik kendaraan tetap memilih menggunakan BBM yang nilai oktannya lebih rendah, maka akan terjadi penurunan kinerja mesin. Pertalite yang diluncurkan Pertamina pekan ini memang memiliki RON 90, lebih rendah dari Pertamax yang 92, namun tetap lebih tinggi dari Premium yang 88.
"Yang paling terasa ketika pengguna Pertamax berganti ke BBM yang lebih rendah oktannya adalah mesin jadi tak bertenaga," kata Budi. Penurunan tenaga ini akibat pembakaran yang kurang sempurna."
General Manager Marketing & Product Planning Nissan Motors Budi Nur Mukmin, kepada Tempo, Rabu, 22 Juli 2015 mengatakan seluruh lini produk Nissan yang ada saat ini hanya cocok memakai BBM jenis Pertamax. Nilai oktan BBM jenis ini yang sebesar 92, dianggap ideal untuk mesin-mesin terbaru. "Performa mesin jadi optimal."
Tapi, Budi menambahkan, kalaupun pemilik kendaraan tetap memilih menggunakan BBM yang nilai oktannya lebih rendah, maka akan terjadi penurunan kinerja mesin. Pertalite yang diluncurkan Pertamina pekan ini memang memiliki RON 90, lebih rendah dari Pertamax yang 92, namun tetap lebih tinggi dari Premium yang 88.
"Yang paling terasa ketika pengguna Pertamax berganti ke BBM yang lebih rendah oktannya adalah mesin jadi tak bertenaga," kata Budi. Penurunan tenaga ini akibat pembakaran yang kurang sempurna."
Silahkan cek Harga Pertalite dan alamat SPBU yang sudah Menyediakan Pertalita
